Rabu, 10 Februari 2021

Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ )

Hari/Tanggal : Rabu, 10 Pebruari 2021
Kelas : V B
Tema 7 : Peristiwa dalam Kehidupan
Subtema 3 : Peristiwa Mengisi Kemerdekaan
Pembelajaran : 3 dan 4

Tujuan Tema :
1. siswa dapat mengetahui peristiwa lahirnya Pancasila dengan penuh tanggung jawab.
2. siswa dapat mengidentifikasi makna Pancasila dalam keragaman budaya bangsa dengan penuh kepedulian.
3. siswa dapat mengenal nilai-nilai luhur Pancasila yang berkembang di masyarakat dengan penuh kepedulian
4. siswa dapat menyebutkan perilaku-perilaku di lingkungan sekolah dengan penuh percaya diri
5. siswa dapat mengetahui perbedaan undangan resmi dan tidak resmiKD :: (Bahasa Indonesia : 3.5, IPS: 3.4, PPkn: 3.3)

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa

Selamat pagi, apa kabar Ayah/Bunda? Semoga Ayah/Bunda senantiasa dalam keadaan sehat. Ayah/Bunda yang hebat, tetap semangat mendampingi putra putrinya di rumah, kita sama-sama berjuang untuk dapat memberikan pendidikan yang menyenangkan bagi anak-anak.

Ayah/Bunda jangan lupa untuk mengingatkan ananda untuk mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan setiap aktivitas dan selalu menjaga kebersihan di lingkungan rumah agar terhindar dari penyebaran virus COVID-19 dan wabah demam berdarah. Terima kasih.

Anak-anak silahkan simak video berikut ini sebelum mengerjakan tugas dari bu guru...

   PERAN PANCASILA DALAM MENJAGA KEBERAGAMAN BANGSA


Manfaat Gotong Royong  

  1. Peristiwa Lahirnya Pancasila

    Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu panca dan sila. Panca artinya lima, dan sila artinya dasar. Jadi, Pancasila berarti lima dasar atau lima asas.

    Lahirnya Pancasila sebagai dasar negara terjadi pada saat Sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang pertama. Berikut usulan-usulan dasar negara yang disampaikan oleh tiga tokoh bangsa.



    Pada tanggal 18 Agustus 1945, disahkan Undang-Undang Dasar 1945 pada Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), termasuk Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Di dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar 1945, termuat isi rumusan Prinsip Dasar Negara yang disebut Pancasila, tepatnya pada alinea IV yang berbunyi sebagai berikut: 

  2. 1. Ketuhanan Yang Maha Esa
    2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
    3. Persatuan Indonesia
    4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
    5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Beda Budaya Tetap Saudara
Melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa merupakan sikap yang perlu dikembangkan sebagai perwujudan sikap positif dalam menyikapi keragaman. Selain itu, juga merupakan sikap dan kegiatan positif untuk mengisi kemerdekaan.

Berikut ini adalah usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menerima keragaman suku bangsa dan budaya masyarakat lain.

1. Menerima Keberagaman Suku, Bangsa, dan Budaya
Untuk bisa mempunyai sikap menerima keragaman suku bangsa dan budaya yang ada di masyarakat, diperlukan kesadaran dan keterbukaan. Namun, dengan menghayati semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, perbedaan-perbedaan itu akan makin tidak terasakan. Kesamaan cita-cita untuk menjadi bangsa yang kuat, bersatu, dan utuh telah menyingkirkan sejumlah perbedaan yang ada. Kata Bung Karno “Bersatu karena Kuat, Kuat karena Bersatu’.

2. Mempelajari Kesenian Daerah Lain
Selain lagu daerah, kita juga bisa mempelajari tarian dari daerah dan suku lain. Di berbagai tempat, telah banyak didirikan sanggar tari yang bisa menjadi tempat untuk memperkenalkan budaya dari daerah dan suku lain. Dengan mempelajari lagu dan tari dari daerah dan suku lain, kita sesungguhnya telah menerima keragaman budaya dalam masyarakat.

3. Mengembangkan Budaya Daerah Sendiri
Berbagai atraksi budaya yang dimiliki oleh berbagai suku bangsa di Indonesia bisa hilang jika tidak diwariskan kepada generasi penerus. Unsur-unsur budaya yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia bisa tinggal cerita. Oleh karena itu, jika di sekitarmu masih ada atraksi budaya, ikuti dan pelajarilah.

Dengan mengikuti dan mempelajari budaya bangsa, seiring dengan berjalannya waktu, akan muncul rasa mencintai. Pada akhirnya, akan timbul keinginan untuk mengembangkan dan melestarikannya.


Ayo Membaca

Siswa SD Juara Pekanbaru Persembahkan Pentas Seni
Pentas seni merupakan kegiatan untuk menumbuhkan percaya diri tampil di depan teman-teman, guru, dan masyarakat umum. Juga untuk menumbuhkan kreativitas dalam berkarya dan berkesenian, melatih kekompakan, serta menumbuhkan rasa ingin tahu bagi teman-teman yang lain. Demikian halnya dengan yang dilaksanakan oleh SD Juara Pekanbaru.
(Silahkan literasi di halaman 184 buku bos tema 7)

Pembahasan
A. Surat pribadi

Surat pribadi adalah aurat yang ditulis seseorang kepada orang lain untuk memberi kabar atau informasi. Surat pribadi hanya ditujukan pada seseorang.

Tujuan Surat Pribadi (Tidak Resmi)
  • Sebagai pemberi informasi suatu kabar
  • Sebagai alat komunikasi jauh kepada seseorang.
  • Sebagai penyampaian ekspresi berupa perasaan pada orang tersebut.
Ciri-Ciri Surat Pribadi (Tidak Resmi)
  • Menggunakan kata sapaan secara umum. Seperti "Hai, Bagaimana kabarmu?"
  • Bahasa yang digunakan ialah bahasa sehari-hari, tidak bergantung pada bahasa baku atau EYD.
  • Kata ganti orang yang digunakan adalah "Aku" dan nama orang.
  • Tidak perlu kop surat, hal ataupun unsur unsur pada surat resmi yang tidak tercantum.
  • Diawali dengan sapaan dan pembicaraan terlebih dahulu, baru membahas isi.
Syarat Surat Pribadi
  • Formatnya tidak terikat atau bebas.
  • Hal yang disampaikan digunakan bahasa sehari-hari, penjelasan ekspresi, dan agak berbelit.
  • Bahasa yang digunakan tiidak resmi, tidak sesuai EYD dan disesuaikan dengan bahasa sehari-hari.

Unsur-Unsur Surat Pribadi (Tidak Resmi)
1. Tempat dan tanggal pembuatan surat
Tempat dan tanggal surat terletak di sebelah kiri paling atas. Berisi tempat (daerah) dan tanggal pembuatan surat.
Alamat penerima

2. Alamat penerima berisi nama seseorang yang menjadi tujuan dalam pengiriman surat.
Mencantumkan kata sapaan

3. Kata sapaan berisi sapaan kepada orang yang kita tuju. Contohnya, hai Rani!.
Paragraf pembuka

 Berisi pengenalan topik dalam teks. Biasanya merupakan pengalaman.
Isi surat

Berisi hal yang ingin kita sampaikan kepada orang tersebut.
Penutup Surat

Bagian penutup berisi sebuah harapan atau ucapan terima kasih kepada orang yang dituju. Hal ini untuk membuat komunikasi lebih akrab.
Nama penulis dan tanda tangan

Terletak di sebelah kanan paling bawah dari surat. Sebagai bukti nama pengirim surat.
B. Surat Dinas (Resmi)

Surat dinas adalah surat yang diterbitkan oleh pemerintah, instansi swasta, organisasi resmi.

Fungsi Surat Dinas (Resmi)
  • Sebagai surat pengambilan izin dan keputusan.
  • Sebagai arsip penting instansi tertentu.
  • Sebagai bukti kegiatan perkembangan suatu instansi.
  • Sebagai surat perjanjian.
  • Sebagai himbauan kepada masyarakat.
Ciri Surat Dinas (Resmi)
  • Nama instansi atau lembaga tertulis di bagian kop surat.
  • Tercantum kode surat.
  • Terdapat salam pada pembuka ataupun penutup.
  • Pemakaian bahasa baku atau resmi sesuai EYD.
  • Terdapat tanda bukti instansi berupa stempel.
Syarat Surat Dinas (Resmi)
  • Format surat dinas sesuai dengan unsurnya.
  • Hal yang disampaikan dicantumkan secara singkat, jelas, dan padat.
  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku atau resmi, tidak terbeli-belit, dan sopan.
Unsur-Unsur Surat Dinas (Resmi)
Kop atau kepala surat

Kop surat terletak pada bagian teratas dalam surat dinas. Kop surat mengandung nama instansi, alamat serta logo instansi.
Tanggal surat

Terletak di sebelah kiri bawah kop surat. Mengandung tanggal pembuatan surat.
Nomor surat

Terletak di sebelah kanan bawah kop surat. Mengandung nomor berisi kode pembuatan, tanggal dan tahun.
Lampiran

Lampiran berupa lembar tambahan sebagai penjelasan dari lembar pertama (surat). Namun, bila tidak ada diberi tanda strip (-).
Hal atau Perihal

Perihal berisi tentang hal yang ingin disampaikan. Misal pemberian izin, permohonan peresmian, permohonan kerja sama dsb.
Alamat yang dituju

Alamat berisi tujuan surat yang akan dikirimkan.
Salam pembuka

Salam pembuka berisi salam sebagai awal pembukaan surat, misal "Assalamu'alaikum Wr. Wb.", "Selamat pagi dan salam sejahtera".
Isi Surat

Isi surat mengandung inti pembahasan penerbitan surat kepada instansi yang dituju.
Salam penutup

Salam penutup berisi salam yang menandakan telah selesainya isi surat. Misalnya "Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan untuk dilaksanakan."
Jabatan pengirim surat

Pengirim surat beserta jabatannya ditulis di sebelah kiri bawah dari salam penutup.
Tembusan

Pengirim surat mendapat tebusan pengiriman sebagai bukti kebenaran surat. Misal tembusan dari Kepala sekolah, ketua RT, Lurah, Walikota.

Perbedaan Surat Dinas dan Surat Pribadi
Surat dinas bersifat resmi, sedangkan surat pribadi tidak resmi.
Surat dinas memiliki format, sedangkan surat pribadi berformat bebas.
Surat dinas menggunakan bahasa yang formal, sedangkan surat pribadi non formal.
Surat dinas dibuat oleh instansi, sedangkan surat pribadi dibuat oleh perorangan.
Surat dinas untuk kepentingan instansi, sedangkan surat pribadi untuk kepentingan sendiri.

Bacalah dengan saksama bacaan yang berjudul “Peristiwa Lahirnya Pancasila” di buku bos 
TEMA 7 SUBTEMA 3 Halaman 174-176.

TUGAS TEMATIK HARI RABU , 10 Februari 2021

Setelah itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Siapa sajakah tokoh yang mengusulkan calon rumusan dasar negara Indonesia?
2. Sejak kapan istilah Pancasila dikenal? Uraikan secara singkat!
3. Dari bahasa apakah istilah Pancasila? Apakah artinya?
4. Apa yang dibahas dalam Sidang Pertama BPUPKI?
5. Apa saja manfaat gotong royong?

Kumpulkan tugasmu melalui whatsapp jawabannya saja beri nama lengkap dan nomor absen. (kata kunci: simak link video di atas untuk dapat menjawab soal-soal hari ini)

Jangan lupa ucapkan terima kasih kepada ayah/bunda yang telah mendampingi Ananda belajar di rumah hari ini! Mari kita akhiri kegiatan belajar di rumah hari ini dengan membaca doa sesudah belajar.

Sampai jumpa besok! Insya Allah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar